Selasa, 24 September 2013

Negeri-Negeri Yang Telah Dibinasakan Bagian 3



Kaum Nabi Luth dan Kota yang Dijungkirbalikkan.


Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman ( Nabinya ). Sesungguhnya
Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang
menimpa mereka ), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu seelum
fajar menyingsing. Sebagai ni’mat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan
kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia ( Luth ) telah
memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancamanancaman
itu. (QS Al Qamar 33 – 36 ).


Nabi Luth hidup satu masa dengan Ibrahim. Luth diutus sebagai seorang pembawa
risalah kepada salah satu kelompok masyarakat yang hidup berdekatan dengan kaum Nabi
Ibrahim. Kaum ini, sebagaimana diriwayatkan dalam Al Qur’an mengerjakan perbuatan yang
menyimpang yang kemudian dikenal luas sebagai perilaku sodomi. Dikala Luth menyerukan
kepada mereka untuk menghentikan penyimpangan tersebut diserukan kepada mereka
peringatan dari Allah, maka mereka mengingkarinya, menolak kenabian Lut dan meneruskan
penyimpangan perilaku mereka. Pada akhirnya kaum ini dihancurkan/diluluhlantakkan dengan
bencana yang mengerikan.

Kota dimana dahulu Nabi Luth berdiam, dalam Perjanjian Lama dihubungkan dengan
kota Sodom, Berada disebelah Utara laut Merah, masyarakat ini diketahui telah dihancurkan
sebagaimana termaktub dalam Al Qur’an. Penelitian arkeologis mengungkapkan bahwa kota
tersebut berada diwilayah Laut Mati yang terbentang memanjang diantara perbatasan Israel-
Jordania.

Sebelum mencermati sisa-sisa dari bencana ini, marilah kita lihat mengapa kaum Luth
dihukum dengan cara seperti ini. Al Qur’an menceritakan bagaimana Luth memperingatkan
kaumnya dan apa jawab mereka :

“ Kaum Luth telah mendustakan rasul-nya, ketika saudara mereka Luth, berkata
kepada mereka “ Mengapa kamu tidak bertaqwa?”. Sesungguhnya aku adalah seorang
rasul kepercayaan ( yang diutus ) kepadamu, maka bertaqwalah kepada Allah dan
taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu;
upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis
lelaki diantara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan Tuhanmu
untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas. Mereka menjawab “
Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang
yang diusir”. Luth berkata “ Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu “.
( QS Asy-Syu”ara” 160-168 ).


Kaum Nabi Lut justeru mengancamnya sebagai jawaban atas ajakannya ke jalan yang
benar. Kaumnya membenci Luth karena menunjukkan mereka ke jalan yang benar, dan
membuang/menyingkirkkannya dan orang-orang yang beriman kepadanya. Dalam ayat lain,
kejadian ini dikisahkan sebagai berikut :

“ Dan ( Kami juga telah mengutus ) Luth ( kepada kaumnya ). (Ingatlah ) tatkala
dia berkata kepada mereka :” Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu,
yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (didunia ini) sebelummu?”.
Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu ( kepada mereka),
bukanka kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab
kaumnya tidak lain hanya mengatakan :” Usirlah merkea ( Lut dan pengikutpengikutnya)
dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpurapura
mensucikan diri .” (QS Al A’raaf 80-82).


Luth menyeru kaumnya kepada sebuah kebenaran yang begitu nyara dan
memperingatkan mereka dengan tegas, namun kaumnya sama sekali tidak mengindahkan
berbagai peringatan dan bahkan meneruskan penolakannya terhadap Luth dan mengingkari
azab yang telah dikatakan kepada mereka :

“ Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya :”Sesungguhnnyya kamu
benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang sebelumnya belum pernah
dikerjaka oleh seorangpun dari umat-umat seblum kamu”. Apakah sesungguhnya kamu
mendatangi laki-laki,menyamun dan mengerjakan kemungkaran ditempat-tempat
pertemuannmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan : “ Datangkanlah
kepada kami azab Allh, jika kamu termasuk orang-oranng yang benar”. ( QS Al Ankabut
28-29).


Menerima jawaban seperti tersebut diatas dari kaumnya Luth meminta
pertolongan kepada Allah : “ Ia berkata : Ya Tuhanku, tolonglah aku ( dengan
menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu “ (QS Al-Ankabut 30)“. “ Ya
Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari ( akibat) perbuatan yang mereka
kerjakan” ( QS Asy Syu’ara’).


Atas doa Luth tersebut, Allah mengrimkan dua malaikat yang menjelma dalam wujud
manusia. Para malaikat ini mengunjungi Ibrahim sebelum mendatangi Luth, membawa kabar
gembira kepada Ibrahim bahwa isterinya akan melahirkan seorang jabang bayi, malaikat
pembawa pesan menerangkan alasan pengiriman mereka; bahwa kaum Luth yang angkara akan